Berada diantara kalian memacu Endorphinku…………..
Endorphin adalah salah satu hormone yang mengalir dengan darah yang berada dalam tubuh manusia hormone ini mengakibatkan rasa tenang, lebih banyak ditemukan dalam obat penenang, bisa kita temukan pada morphin, ada rasa lega ketika aku bersama kalian teman – teman ku yang sempat kubuang dari hariku, ada rasa yang lain ketika aku berkumpul dengan kalian mengenang romantika masa lalu kita ketika kita masih bergumul dengan proses yang membawa kita pada titik ini.
Telah banyak yang kita lalui sehingga kepergianku membawa kalian kepada pada suatu fase dimana standar tertinggi dalam pergaulan terhapus begitu saja untuk takaran pengalaman dan kemampuan. Kini kalian telah jauh lebih hebat dengan pergumulan yang telah kalian lewati dengan waktu.
Berada ditengah kalian, membuatku merasa lebih berani, seperti nya desiran adrenalin membuatku lebih bergairah daripada biasanyan, kalian membuatku merasakan napasku yang dulu kuhirup ketika lahir dari kawah Chandradimuka Mapala Sagarmatha.
Menikmati waktu bersama kalian rasanya kurang sehari untuk dihabiskan demi merangkum cerita – cerita yang pernah dan sedang kita rajut dalam kebersamaan dinding yang berwarna Merah Hitam itu, diskusi campur fitnah yang sering mengisi selingan kisah yang kita jadikan sebagai pengisi waktu dikala bosan hingga membunuh semua candaan garing dari anak – anak gaul serta para orang tua birokrat sejati dengan isi kepala orthodox itu melihat kita sebagai sampah, pengacau, preman, pengacau lagi, seksi keamanan, polisi kampus, tukang pukul, manusia yang tidak terurus, mahasiswa yang masa studynya lama, mahasiswa yang tidak memiliki bakat, orang – orang yang masa depannya ditakdirkan suram, ruang ide yang tidak berbobot, tempat bergaul yang tidak berkualitas, tidak ramah, kasar, tukang membantah, pemberontak, pembunuh karakter, pengacau lagi, kumuh, tanpa karya dan semua konotasi buruk yang ditimpakan kekita kawan.
Secara jujur sebenarnya orang – orang itu sedang mengakui eksistensi kita dalam keburukan yang mereka jadikan sebagai label baku dan standar ganda dari kita kawan, bersama kalian aku merasa nyaman di sana diruangan yang berwarana Merah Hitam itu ada banyak kenyataan yang membawaku menyadari kenyataan yang itu adalah kebenaran yang harus kita hadapi, secara jujur orang-orang bebal itu sedang mangakui kehebatan kita yang begitu gagah menunjukkan keberadaan kita yang beda ditengah – tengah mereka, hingga kita cukup memaklumi kebodohan orang – orang yang sudah terlanjur dungu itu menganggap kita sebagai buangan dari seluruh komunitas, padahal mereka kawan mereka lah yang terbuang dari kenyataan karena sedang lelap dimabuk mimpi yang tidak sadar akan kebenaran yang disandarkan pada kenyataan semu, itu saja kawan kata mereka kita ini sampah karena kita merupakan sisa produksi dari komunitas padahal sampah yang didaur ulang akan menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonmis tinggi sampah organic dapat menyuburkan tanah tapi kita bukan itu kawan kita sama sekali bukan sampah tapi kita adalah logam mulia yang hanya sedikit orang tau menakar harganya, karena mereka hanya tukang sayur yang ketika diberikan emas tidak akan dapat menakar harga emas karena yang diketahuinya hanya sayur, kata mereka kita ini pengacau padahal pikiran mereka saja yang sedang kacau ketika melihat kita meneriaakan gumam dari alam, kata mereka kita ini preman padahal mereka itu yang menerima doktrin pemikirin priyayi warisan penjajah secara mentah – mentah hingga manggut – manggut ketika terjajah karena dapat fee dari hasil jajahan dinegri nya sendiri, kata mereka kita pengacau lagi karena memang kita mengacau ketika keadaan terlalu stabil dalam semu diam dalam keluhan kita akan mengacau ketika kondisi ini sudah begitu menghebat itulah kita yang sering disalahinterpretasikan sebagai pengacau, kita seksi keamanan katanya padahal mereka hanya ingin mencari perlindungan dari kita karena tuduhan preman yang diarahkan pada kita, kita bukan polisi kampus karena kita hanya mencari keadilan dengan cara kita sebab keadilan cara orang tua menemui jalan buntu tanpa penyelsaian mati saja mereka supaya cepat habis kisah mereka, tukang pukul karena pukulan kita mengarah pada yang menganggap remeh persaudaraan kita yang bukan serahim ini, manusia yang tidak terurus karena kita benar meyakini bahwa hidup kita sejak dulu diurusi oleh sebuah kekuatan yang tidak nampak, sehingga adanya kita, berkumpulnya kita di Balik Tembok yang berwarna Merah Hitam ini bukanlah hanya sekedar suatu kebetulan, kita mahasiswa yang lama masa studynya tapi kawan lihat kita setelah menyelsaikan study tidak ada yang menganggur seperti duplicator priyayi itu, mahasiswa yang tidak memiliki bakat coba tanya pada mereka apa yang mereka bisa ? sementara kita serba bisa dari Trial n Error seperti sir Thomas Alpha Edison tau kan ? kan ? kan ?, katanya kita merupakan orang – orang yang masa depannya ditakdirkan suram memangnya mereka itu Tuhan tau masa depan kita memangnya mereka itu mama Lauren yang bilang 2012 kiamat ? padahal dia tidak sempat lagi menyaksikan matahari terbit 2012 karena harus bertanggung jawab sama yang punya waktu sebelum masuk 2010, ruang ide yang tidak berbobot padahal mereka adalah plagiat yang paling jago dalam mengakui karya orang hueeeeek ( kalau mau muntah mendingan sekarang ), tempat bergaul yang tidak berkualitas mana tau mereka temapat yang kita datangi seperti apa kualitasnya, mana tau mereka dengan tempat kita sementara setiap hari kerjanya hanya meneropong dari jauh aktivitas kita, tidak ramah padahal semua tamu yang datang kerumah kita dengan sopan kita layani dengan baik, kasar karena memang mereka terlalu cengeng dengan dunia yang lebih kasar dari kita, tukang membantah karena tidak satupun dari perkataan mereka bisa dipertanggung jawabkan dan masuk akal, pemberontak itu disebabkan alam mendidik kita untuk memiliki jiwa yang bebas kawan coba kau arahkan alam pasti pemberontakannya lebih parah dari kita, pembunuh karakter karena karakter mereka memang buruk, bukan sebagai contoh baik tidak dapat dijadikan sebagai role model walaupun secara jujur harus diakui kita tidak meminta untuk menjadi standar baku panutan orang – orang yang berjiwa bebas daripada menjadi priyayi yang kerjanya tiap hari mengisi waktu dengan perbincangan tidak berguna dari kaos kaki sampai kuku yang patah gara – gara kaos kaki juga, pengacau lagi karena mereka tidak lagi memiliki alasan dan kesalahan untuk dilemparkan pada kita, kumuh padahal mata mereka yang penuh dengan belek atau katarak yang lebih parahnya hingga tidak dapat membedakan mana yang bersih mana yang kumuh, tanpa karya hah ? coba perhatikan saja apa yang sudah mereka buat mari kita flash back maka jawabannya sama sekali tidak ada, karena karya itu bukan milik individu tapi sesuatu yang dapat dinikmati orang banyak melalui berbagai proses rasa, cipta , dan karsa ( ngomong apa saya ). Dari semua itu yang paling jelas adalah kita ini bukan seperti yang mereka tuduhkan, kita adalah orang muda yang hidupnya dinamis, bergerak, dan yang peling penting tadi itu bukan asal tulis. Inilah hasil tempaan selama ini setelah digerus hujan, dibakar panas, dilembabkan malam, dikeringkan asap, dideru debu ( seperti sinetron laga & lagu Nike Ardilla ), yang jelas ini bukan asal buat karena ini merupakan fakta empris yang kurasakan sendiri hingga mengirimku kepada titik ini yang belum menjadi titik akhir dari jalanku ataupun jalan kita tapi telah kurasakan begitu besar manfaat dari begabung dengan MAPALA SAGARMATHA dengan menjadi bagian dari potongan kecil dalam Tembok yang berwarna Merah Hitam.
Untuk Dinding yang Berwarna Merah Hitam
Endorfinku terpacu begitu ada didalam lingkarannya
Adrenalinku terpompa ketika bersama didalamnya
Cerita yang terangkum tidak dapat mewakili seluruh kisah yang terjalin
Waktu yang mengantarkanku hingga pada masa ini membuat terima kasih yang paling dalam
Dinding yang Berwarna Merah Hitam Kini Sepihannya terkumpul dalam tambok jiwa
Diantarnnya kita kedalam Diniding Yang Berwarna Merah Hitam bukan suatu kebetulan
Tapi merupakan suatu keteraturan didalam kekacauan dan Absurditas
Bukan juga merupakan rangkaian peristiwa berdasar nalar dan Kausalitas
Terima kasih……