Selasa, 29 Maret 2011

Tidak Takut


Kalaupun aku mati, itu tidak berpengaruh. Aku akan bersatu dengan sesuatu kesadaran absolute. Bukankah Ledakan Besar yang mengawali alam semesta ini juga merupakan sebab fisik ? mungkin sebabnya adalah akibat itu sendiri.
Berarti aku memang harus menghilangkan diriku sendiri. Aku harus menyatu dengan sumber semua ini. Aku harus menyatu dengan inti. Aku harus menyatu dengan keseluruhan.
Aku tidak meninggalkan mereka. Aku tetap ada meski aku tiada disamping mereka. Aku akan mengalir bersama nafas yang setiap detik mereka hirup.
Dulu ketika aku berada dalam rahim ibu, aku begitu nyaman dan bahagia. Semuanya terasa indah tanpa persoalan sedikitpun. Ketika itu tidak ada yang bisa membedakan mana aku dan mana ibuku. Aku adalah ibu dan ibu adalah aku. Tapi kemudian aku diantarkan keluar, ke dunia ini. Aku telah dipisahkan oleh jasadku yang tak pernah kuminta kehadirannya. Dan sekarang aku akan kembali keruang yang mirip dengan rahim ibuku. Aku ingin bersatu dengan dengan metafisik. Nyawaku akan terus mengada bersama seluruh Ada, yang kelak akan melahap jasadku.
Bagaimana aku ini ? kalau aku hidup, berarti alasan kematianku lemah. Kalau aku mati berarti argument hidupku lemah.padahal keduanya tidak demikian. Semakin tajam pertanyaannya semakin absurd pula paradoks yang diberikan oleh alam.
Ya kalau aku mau tahu, berarti aku harus berpihak ! aku harus berpihak pada irasionalitas itu sendiri. Aku harus ikut mengepung rasionalitas yang paling radikal sekalipun. Aku tidak mau lagi kesadaranku dibatasi oleh kehendakku sendiri.


Batu, tanah, manusia, air, udara, jiwa, api, matahari, planet, cinta, nyamuk, dan semua yang ada adalah bersaudara. Kita semua berada dalam satu jaring kehidupan yang berdasarkan atas hukum kesadaran Irasionalitas absolute. Semua bentuk memiliki kesadaran dan rasionalitasnya masing – masing, yang menjadikan ia telah sempurna menjadi bagannya. Tapi dengan adanya kehendak, dimana manusia mustahil tidak mengunakannya, kesadaran absolute itu terpasung.
Sesungguhnya, rasionalitas makhluk adalah keping – keeping Irasionalitas yang juga menyublim dalam dirinya sendiri. Irasionalitas adalah Maha Kuasa. Dan dengan ini aku memutuskan untuk berpihak total kepada Irasionalitas. Aku bergabung dengan keseluruhan. Aku akan menjadi super Kognitar. Aku tidak akan hilang. Aku hanya menyebar. Sebab apapun yang kau pikirkan, aku berada disana. Nafasku akan terus mengelilingi semesta.
Mama juga papa. Terima Kasih telah melahirkanku ketempat ini. Sekarang aku telah kembali kedalam rahimmu yang suci, meski  kau tak menyadarinya. Sama seperti ketika  kau belum menyadari dalam minggu pertama bahwa aku telah ada dalam diri Mu. Tapi di duniaku sekarang, dimensi dan waktunya berbeda jauh, hingga semuanya tampak sama.       ( Sabda dari Persemyaman). T.M Dhani Iqbal.

Para Gadis


Namanya Fika gadis itu usianya sedikit lebih tua dari aku dia seppupu kawanku sebenarnya sudah lama tulisan ini ada namun sudah kubakar bersama dengan diary ku dulu karena rasayan menulis diary adalah sebuah kegiatan yang tidak bermanfaat tidak ada apa-apanya padahal kalau semua tulisan itu dikumpulkan sekarang maka akan menjadi sebuah buku tebal yang isinya rangkuman kejadian menarik dari hidupku. Kali ini akan kuceritatan beberapa masa laluku yang isinya adalah gadis – gadis yang sempat aliran nafas sesak kalau memandangnya bikin rasa tenang walau hanya lewat depan rumahnya, bikin desirana darah mengalir lebih kencang dari biasanya saat ada dia, bahkan bisa mimisan meskipun hanya mendengar namanyadisebutkan ini hanya beberapa gadis yang pernah singgah dalam cerita hidupku mari kita mulai dari waktu pertama merasakan tertarik pada gadis yaitu waktu pertama masuk asrama pesantren yang jarak antara asrama putrinya hanya berbatas tanaman bonsai kira – kira ada 100 m tapi rasanya beitu jauh sekali karena laki – laki akan dianggap sebagai pendatang haram di asrama putri , tapi yang tidak adilnya adalah para gadis boleh – boleh saja mendatangi tempat kami kami yang tidak boleh menyambangi tempat mereka maka yang paling bahagia adalah penjaga kandang ayam yang letaknya sangat strategis hidup di sisi utara pondok dekat rumah pimpinan pondok sekaligus pemilik yayasan Pesantren itu sering kali menemukan alasan – alasan yang tidak begitu popular untuk mendatangi asrama putrid ketika tengah malam seperti mengejar ular, mengejar maling, menjaga ketertiban di lingkungan asrama putri, mencari sendok, melihat pelangi yang dari langit yang turun pas diatas atap asrama putrid persis seperti Jaka Tarub awal – awal bertemu Nawang Wulan, memagar ghaib wilayah asrama putri dengan pagar ghaib agar segala bentuk jin, marabahaya, iftrit, kuntilanak, santet, pellet, kwartet, ada juga yang beralasan mencari ayam yang lepas dari kandang karena sudah bosan diperalat untuk terus bertelur minimal lima puluh butir sehari.
Ditambah dengan petugas jaga malam yang sering mengadakan pertemua rahasia dengan gadis – gadisnya pada malam hari itulah kehidupan asrama yang kita kira baik tapi jauh dari kesmpurnaan bukan kerena kurang pengawasan tapi karena terlalu diawasi maka muncullah ide – ide kreatif untuk melolosakan diri dari aturan agar mudah melakukan pelanggaran, nah inilah kisahku dengan gadis itu awal – awal masuk pondok ada seorang gadis yang mampu merubah suasan hati seketika nama Nilawaty asal poso entah seperti apa keadaannya sekarang beberapa malam tidur kurang nyenyak karena waktu rasanya tidak cukup untuk mebicarakan kesempurnaan fisiknya dengan teman yang tidur didekatku pada waktu itu kalau tidak salah nama iksan namun seiring waktu berjalan rasa simpati itu berubah menjadi biasa karena gadis itu suarannya sangat keras dan melengking seperti speaker yang terlalu dekar dengan microphone secepat munculnya cepat pula hilangnya itulah dia misteri hati ciee, nah waktu kembali merambat pada bulan – bulan baru belum setahun aku tinggal ditempat itu tapi rasanya sudah berabad – abad lamanya karena tidak betah berada dilingkungan yang menurutku tidak lebih baik daripada asrama militer yang bedanya didalam barak prajurit makanan dijamin oleh Negara, digaji oleh Negara semua orang juga mau hidup dengan aturannya jika mendapat gaji sedangkan ditempatku mukim orang tuaku harus membayar lebih banyak daripada sekolah di tempat konvensional,waktu hidup ditnentukan ahhh penat rasanya, senioritas yang kental sepeti hukum rimba yang besar memakan yang kecil yang kecil cari yang lebih kecil, yang selamat hanya beberapa orang penjilat untuk melalui hariyna dengan kakak – kakak kelas yang gila maniak suka meminjam barang, uang bahkan sempak untu tidak dikembalikan selama – lamanya. Sepertinya kata pinjam hanya sebagai kata pengganti minta di otak mereka yang memang bebal. Ditengah kejenuhan ku kutemukan lagi satu gadis sekelasku Rizky Amelia  yang sampai saat ini dia tidak mengetahui bagaimana perasaanku padanya mudah – madahan setelah dibacanya tulisan ini bisa menggugah perasaannya dan mengingat masa lalunya waktu kami masih sama – sama belajar disatu almamater yang sama demi menemukan jalan kami, tidak banyak yang bisa kuceritakan mengenai gadis ini tidak ada rasanya yang begitu istimewa untuk kugali lagi dari ceritaku dengannya karena memang tidak begitu banyak interaksi yang kudapatkan darinya selain orangnya tidak begitu banyak omong, juga tidak begitu banyak orang yang memperhatikannya selain senior kelas lima waktu itu yang bernama Hasman tauklah akupun tidak begitu perduli dengan kisah mereka sepeninggal ku dari pondok yang membuat fikirku hampir saja sesat dalam disiplin super ketat itu. Rasanya waktunya telah tiba untuk keluar dari tempta yang selama ini telah membesarkan jiwaku dengan kenyataan buruk bahwa tidak semua orang senang dengan candaanku tidak semua orang bisa sepakat dengan tingkahku walaupun kurasa mereka hanya segelintir orang – orang yang selera humornya rendah saja tidak begitu paham bagaimana cara mengeksplorasi emosi agar bisa tetap tertawa dalam himpitan yang datang dari segala arah hingga harus membentuk kelompok – kelompok kecil dalam pertemanan di Asrama astaga mengerikan sekali sudah lama sekali kejadian itu namun masih menyisakan trauma hebat di kepalaku dimana guyunaku dianggap tidak lucu, dimana hukuman yang diberikan kepada kami tidak sepadan dengan kemampuan kami. Dimana acting dari pengajar tidak begitu mengasyikan karena setelah berganti dengan orang baru yang kami kenal semuanya masuk pada fase memuakan banyak aturan yang lebih aneh daripada sebulumnya, izin keluar dari lingkungan pondok diperketat ditambah dengan di pondok ini kami tidak diperbolehkan membawa barang – barang eletkronik meskipun itu hanya sebuah radio dual band FM-AM yang bisa dimanfaatkan untuk mendengar sari berita, sandiwara radio yang judulnya Saur Sepuh dimana Brama Kumbara dari seorang manusia kelas bawah yang merupakan keturunan raja itu berhasil mendirikan kerajaan entah apa namanya, atau juga sekedar mendengar music hanya untuk sekedar melepas penat setelah seharian hidup dalam aturan yang menyesatkan. Jiwaku yang pada dasarnya merupakan jiwa yang bebas sudah merasa tidak cocok sjak awal masuk diarea itu dengan signal badan yang tiba –tiba menderita demam pada waktu awal kedatangan. Ditempat itu kami hanya disuguhi hiburang Televisi ( Tipi ) 14” pada saat bulan Ramadhan tiba dimana aktivitas belajar telah dihentikan, itupun siaran yang dapat kami nikmati hanya TVRI menyedihkan dimana tanyangannya hanya berisi tentang nostalgia masa lalu dimana TVRI merupakan  satu – satu nya stasiun tipi yang mampu mempropagandakan keberhasilan pemerintah orde baru padahal awaktu itu banyak busung lapar, pembunuhan massa yang tak berperikemanusiaan tidak terpuplikasi dengan baik karena memang hanya sisi baik dari orba saja yang ditampilkan, yang parahnya pada waktu kami masuk dipondok sudah banyak stasiun tipi yang bermunculun walaupun tidak seperti sebanyak saat ini tapi saya merasa tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk melawan keadaan yang mejemukan ini selain harus memilih jalan lain dengan barada diluar lingkunga ekstrim ini, jika tetap bertahan maka rasanya saya akan berubah menjadi salah satu manusia hipokrit. Maaf jika tulisanku subyektif karena ini  merupakan fakta empiris pada saat saya tidak menikmati hidup didalam asrama silahkan bagi yang berhasil menampakan wajah asti dari pondok tapi jangan harap tidak ada sisi negative yang bisa ditampilakan dari pondok karena banyak cerita yang tersaji dan hanya tergali dari satu sisi tolong kita agar lebih adil ketika hendak membicarakan sesuatu  semoga sisi baiknya kawan – kawan yang telah mengecap kesuksennya dengan memilih jalannya tetap tinggal dipondok bisa menceritakannya. Mungkin ini sebuah gambaran saja yang bisa kusampaikan karena sebenarnya tulisan ini tidak khusus untuk menyoroti kehidupan pondok dari perspektifku sendiri namun tulisan ku ini bermaksud untuk menghidupkan kenangan masa laluku dengan gadis – gadis yang sejak awal meramaikan hidupku hingga saat ini dan tanpa sengaja takdir membawaku kedalam lingkungan pondok yang tidak mudah menerimaku untuk bisa mengenal dua gadis tadi. Tiba waktunya untukku meinggalkan pondok, waktu yang sudah lama kutunggu dimana jiwaku berteriak merdeka, karena orang tuaku berkata selesaikan saja tahun ini dipondok lalu pindah syukur sudah lama ingin kutinggal kehidupan yang telah lama menindas kebebasan ku berpikir dan berkreasi ini hingga diriku menjadi miskin ekspresi pada waktu itu tidak lagi kuperdulikan dengan hasil ujian akhir hanya ogah – ogahan yang kulakukan ketika masuk selama ujian yang kuisi hanya yang kuketahui tidak ada semangat sejak awal karean cara belajar orang – orang dipondok begitu menyesatkan pikiran tidak kreatif, menghapal, bahkan pelajaran yang seharusnya  dipraktekkan malah dihapal dari mana asalnya cara membelah katak dihapalkan, bagaimana caranya cara melempar bola kembali kedalam lapangan dihapal, bagaimana bisa kerukunan hidup dan toleransi dihapal, bagaimana yah semuanya kalau dihapal ahhh ingatanku terbatas aku bukan manusia super yang bisa mengingat buku yang harus dihapal semuanya, tidak ada diskusi, tidak ada ruang debatr untuk kami yang ada mengitkuti apa yang sudah tertulis tanpa bisa mengkritik kebijakan – kebijakan aneh seperti memasukan baju kedalam celan hingga penampilan kami seperti orang tua, sangat rapi mengerikan, tidak lagi ada yang seperti itu karena selesai ujan akan kutinggalkan pondok yang penuh sesak itu menuju kebesanku memilih dan bertindak hingga kutu – kutu rambut yang singgah dikepala yang merupakan wabah yang berpindah dari orang satu ke orang lain waktu dipondok ikut hilang bagiamana menyenangkan bukan selamta tinggal pondok tempat naung kita dari kecil tak sampai dewasa, rasa batin kacau dan tertindas, oh pondokku engkau berjasa membuka mata pada kenyataan buruk, tiap pagi dan petang kita beramai sembahyang tapi ustad dan senior sembahyang di kamar, mengabdi pada senior dan ketakutan tertindas dalam kalbuku, wahai pondok tempatku laksana dunia bagiku nan nyata serta terasa membatin oh pondoku duniaku.
Kini aku telah berada dilingkungan baru sekolah konvensional temapat para murid biasa menjalani hari nya juga secara biasa tidak ada yang istimewa tapi dari sini saya belajar lebih banyak tentang kenyataan tidak seperti kenyataan aritfisial sebelumnya, disini saya menemukan tempat yang nyaman kawan yang baik, dan semuanya yang bisa membuatku bertahan disini lah di SLTP biasa yang kemudian membuatku menjadi luar biasa. Belum lama aku masuk ditempat ini kawan lama dari masa SD sekelas denganku Rocky , Andry dan Mukramin yang badan nya pandjang jika dibaringkan, kami semua biasa tapi kami menjadi luar biasa ketika kami semua meinggalkan sekolah ini dengan sukses , aku mengenal Hilda anak kelas II D penjaga sirkulasi perpustakan manis, rambutnya keriting sebahu pertama jerawatku tumbuh ketika kesulitan tidur mengingatnya, membayangkan bagiamana harinya, ingin tau bagaimana kabarnya,apa makanan yang dia sukai, apa hobbynya, dan untuk sekedar bercerita dengannya itu saja tidak banyak yang kuinginkan selain romantika masa muda yang bisa dikenang menjadi sebuah cerita yang menarik, setiap malam kuceritakan keadaanku yang kasmarana itu dengan kawan bermainku dirumah Ilham djido yang tiba – tiba berubah menjadi professor asmara ketika dia berbicara tentang hubungan asmara seperti betul saja semua yang dikatakannya, hingga semua perkataan nya bisa jadi ftwa seketika dibagaimana dia bercertai tentang hugungannya dengan gadis – gadis sewaktu dia sekolah smp dulu. Setiap malama tanpa jenuh terusan – terusan tiada henti kukonsultasikan kesulitanku untuk mendekati gadis itu, tidak ada terlalu banyak rahasia yang terpendam dalam hati sampai jadi jerawat yang tumbuh subur karena memang masa puber juga ikut dengan labilitas emosional dan ketertatikan terhadap lawan jenis yang menurut para peniliti efek pheromon. Setiap malam sepertinya bukan jawaban yang kucari dari temanku ini tapi hanya sekedar tanggapan atas kisahku yang kulalui seharian penuh yang tidak begitu istemewa karena hanya menjadi penggemar gelap dari gadis itu ditambah kelumpuhanku untuk mendekati gadis itu. Pernah suatu hari ku lihat gadis itu sedang menuggu kendaraan umum di jalur dua Prof. M. Yamin  pada waktu itu orang tuaku baru saja membeli motor bekas merk Force1 yang ketika munculnya membuat sifat liarku berkembang menjadi – jadi pinjam motor walaupun hanya mau beli sabun mandi ke kios sebelah, maka hari dimana kulihat gadis idaman hatiku itu ditepi jalan untuk menunggu kendaraan umum setelah berbuat nekad yang kesekian kalinya membawa motor kerumahnya tua Mauk.  Seketika sebagian perasaan ku bekerja abnormal karena sebagian lainnya menginginkan diri untuk mengambilnya naik ke motor dan sebaian lain masih rasional tidak mengajaknya demi motor tidak kena tilang dan denda pasal 5 ayat 4 yang artinya 5 ribuan 4 sama dengan duapuluh ribu yang pada waktu itu jangankan uang duapuluh ribu bahkan “sesen dibelah tujuh”  istilah orang tua dulu yang sekarang masih hidup tidak ada, maka niatpun urung dikerjakan pulang kerumah plus omelan dari orang tua karean motor mau dipakai ke pekuburan, naas betul. Malam harinya kejadian tersebut keberitahukan pada Ilham tanggapan nya singkat “ bodok betul kau, kenapa kau tidak muat dia ? “, tidak ada jawaban karena sisi emosionalku menyalahkan rasionalitasku yang tadi terlalu memikirkan banyak pertimbangan.
Masa kelas dua smp terasa sangat singkat tidak begitu banyak teman bisa kuakumulasikan pada waktu itu kawan akrabku adalah Kevin Rahmat Jaya kalau disingkat jadi KeRJa dirumahnya banyak koleksi film porno maklum waktu itu bisa dibilang orang yang punya VCD masih sedikit dengan sedikit kelincahan dan pengalaman membongkar lemari dia sukses mengambil satu dari sekian banyak koleksi film porno yang ada dilemari tengah ahhh maaf bukan itu yang ingin tapi cerita dimana saya mencari jalan agar Hilda bisa tertarik dengan cara Instant padaku dengan “ Mojarobat ” ya betul entah dari mana itu yang jelas ada bukunya entah cetakan siapa banyak syarat berat yang harus dijalani misalnya dengan puasa mutih yang boleh dimakan dan diminum saat berbuka hanya air putih, nasi putih dan kerupuk yang juga warna semua serba putih hingga bisa mengakibatkan bibir pecah – pecah karena kekurrangan gizi persoalan ritual tersebut harus dilakukan selama satu minggu tanpa putus entah dari mana lagi aturan aneh itu dibuat atau juga ada dengan cara mengahafal bagian terakhir surat Attaubah lalu menyebutkan nama gadis yang kita sukai maka secara otomatis gadis itu akan merasakan kontak batin kalau dianalogikan seperti sebuah pesawat radio yang disadap siarannya demi melancarkan siaran gelap untuk memperlancar misi terselubung dari pergerakan rahasia barangkali begitu. Tapi yang lebih efektif dari semua itu adalah bicara jujur yang terus terang pada orang yang kita sukai apapun reaksi, tanggapan, dan respon kita harsu siap menerima kenyataan bagaimana feedback yang kita terima kerena memang konsekwensi dari menyukai seseorang itu adalah siap untuk kecewa karena perasaan tidak terbalas, siap menyesal ketika hubungan tidak berhasil, dan itulah yang tidak ingin kekutehui pada waktu labilnya emosiku. Isi kepalaku adalah bagaimana gadis – gadis yang kusukai bisa membalas perasaanku secara baik seperti gayung bersambut dengan air, seperti sekop memakan tanah, seperti lalat dan kotoran hueek, seperti ikan dengan mata kail, atau apalah karena egoism masa mudaku menginginkan cerita indah yang sesuai dengan mimpi dan harapan, tapi kawan semua yang kuharapakan dengan gadis yang bernawa Hilda ini tidak ada satupun yang terwujud bahkan hancur cerita ketika kebenarannya adalah munculnya orang lain diantara kami padahal kami belum menjalin hubungan sama sekali Yudhi namanya anak yang berbadan besat dari kelas 2 c biasa mengintimidasiku karean memang badannya tinggi seperti tiang jemuran lebar seperti kulkas maka lengkaplah penampilan hampir sama dengan pria dewasa daripada seorang anak SMP yang menjelang puber. Mungkin juga dia mengintimidasiku karena dia mengetahui saya mengejar gadis yang sama dengannya tapi apa boleh buat memang secara teknis aku kalah jauh dari anak itu hanya karena kekuatan dan badboys sementara  aku hanyalah seorang anak yang berkelakuan konyol pindahan dari pondok pesantren dengan sedikit teman, baru belajar bergaul untuk membangun kolega. Tapi saudara – saudara kelebihanku adalah aku ini Bengal dengan guru, tidak peduli siapa guru itu, dikelas saya seorang retoris sejati banyak apologia yang berhasil kubuat untuk meloloskan diri dari hukuman tapi masih dikecam dengan ketakutan akan disusul dengan hukuman baru, dan yang paling penting adalah kemampuanku untuk mempengaruhi orang – orang disekitarku dalam kelas karena memang kawan – kawan menyukai sikap konyolku , dan mungkin sifat konyol, dan super cuek inilah yang mebuat gadis – gadis sekolah tidak begitu tertarik untuk mebina hubungan masa pubernya denganku mungkin juga sifatku itu lebih mengarah pada sifat kekanak –kanakan tapi teman tidak pernah ada maksud hati ini membuat – buat diri dengan hal lain inilah tampilanku, pada dasarnya tidak berubah dengan keadaan begitu bebas dalam ekspresinya itulah yang mungkin juga tidak aku tidak begitu menarik hati para gadis karena katanya aku adalah orang gila, itu saja. Kini Hilda telah bersama dengan Yudhi sang pentolan 2c merana sendiri dalam hati karena harapan tidak bersesuaian dengan kenyataan awal yang buruk memulai hubungan dengan gadis sungguh menyedihkan, menyisakan trauma, hingga meremukkan percaya diriku yang memang sudah tereliminasi jauh sebelum kejadian itu karena belum pengalaman saja.  Tapi dengan semangat juang empat lima tidak patah orang menyukai gadis lagi sempat ada beberapa gadis sekelas yang membuat simpati tapi tidak lagi kugantungkan harapan pada mereka karena memang kurasa sudah tidak ada lagi harapan buatku yang memang sudah dicap gila oleh para gadis. Sebut saja Novita gadis berkacamata, yang sempat menjalin hubunga juga dengan teman sekelas ku Jerom yang juga merupakan murid pindahan dari Manado, Jeri mini adalah fans berat dari Dhea Ananda waktu itu top – top nya trio kwek – kwek menjelang puber hingga dia berjuang dengan keras untuk mengrim surat penggemar pada Dhea Ananda dengan menggunakan tulisan teman sekelas Astria namanya mirip dengan Merk Motor Produksi pabrikan jepang, karenat tulisannya sulit terbaca seperti sambungan kawat diagram listrik atau lebih tepatnya seperti lukisan abstrak yang digantung didinding museum hingga penikmat seni merasa terkagum dan para pengunjung bertanya sampai bingung tidak mengerti apa artinya, bahkan tulisan para perumus togel lebih baik dari itu maaf Jerom entah dimana kau sekarang semoga tulisanmu sekarang membaik dengan waktu kalau tidak yaah jangan salahkan saya menulis ini. Kemudian ada Mahrid yang wakut itu juga sedang menjalin hubungan yang tidak jelas dengan Ahmad Riyadhi si anak Jakarta yang hobby main bola itu ada juga Hilda cewek pendek yang manis dalam kelasku waktu itu. Tapi deri semua mereka tidak ada yang berlanjut sampai kami yahh tarolah jalan kekantin sama – sama, atau yang lain tidak sama sekali.
Naik kelas 3 aku mendapatkan satu tempat di kelas A karena rupanya aku memiliki bakat khusus selain sedikit jahil nilai – nilai ku cukup bagus sehingga kelas A yang merupakan kumpulan dari anak – anak pilihan di sekolah bersedia menampungku walaupun sedikit enggan karena memang pada akhirnya akibat buruk yang kutimbulkan dalam kelas lebih besar dari pada manfaat yang kubuat tapi satu hal saudara – saudara karena sedikitnya manfaatku itulah kawan – kawan kelas tetap menginginkan kehadiranku sebagai penggangu, penyemangat , dan yang paling penting merupakan sebuah standar nilai dimana orang gila bisa bersaing dengan anak yang dianggap cerdas disekolah enak saja mereka kalau mau tau hanya orange gila saja yang mempunyai ide gila seperti Thomas Alpha Edison, hanya orang gila saja yang bisa menaklukan sepertiga dunia sperti Hitler dan Napoleon Bonaparte, hanya orang gila saja yang mau membagi kegilaannya dengan dunia yang bepura – pura waras hooooek. Dikelas tiga ini pada semester pertama ada seorang anak pindahan dari pesantren Alkhairat namanya Verositha ahh anaknya cantik, kecil, manis, rambut sebahu, yang paling penting adalah perempuan karena saya masih normal. Pertama kali melihat langsung tetarik kini Jiwangga Hutabarat yang menjadi sahabatku bercerita mengenai gadi ini saban hari tiap pulang kuceritakan bagaimana perasaanku kepadanya temanku yang panggilannya Ucok itu memberikan saran agar segera menyampaikan perasaanku pada demi kesempatan saja tidak ada yang lain, supaya bisa lega dengan apapun hasilnya karena tidak ada yang lebih memamulakan dari pada menjadi pengecut yang menyembunyikan perasaan pada orang yang kita sukai ekspresikan saja semoga dia mengerti kira – kira seperti itu apa yang coba disampaikan ucok padaku dengan kata yang lebih sederhana “ sudah tembak sudah, hanya bencong yang takut bicara sama cewe atau kau memang bencong, dia tida makan juga kau bilang sudah sana ?” dengan gaya remehnya pada ku dia menyampaikannya pada akhirnya tiba dihari aku harus mengikuti saran temanku itu meyampaikan perasaanku pada gadis itu, dengan semangat ku kejar rute kepulangannya karena rumahnya dekat dari sekolah maka kami biasa pulang berjalan kuculik dia dari rombongannya disitu tidak banyak perkataan yang bisa kusampaikan padanya dan seperti gadis yang dipanggil dengan Itha itu sudah mengetahui apa masksudku dan tujuanku mengajaknya bicara di tumpukan sampah dekat rental PS nya Anjas yang kini sudah menjadi toko material apa yang kemudian kudengar adalah sesuatu yang sama sekali tidak kuharapkan DITOLAK rasanya hancur, tidak karu-karuan, sedih dan jengkel campur aduk, marah dan dendam menjadi satu hingga sempat terpikir untuk memeletnya saja tapi batal karena tidak ada yang lebih baik daripada rasa tulusnya membalas perasaanku, seperti jatuh dari tempat yang tinggi setelah jauh naik, tapi tidak larut begitu saja dalam kesidihan itu, karena Si Ucok dengan idenya membesarkan jiwaku dengan berkata “ kau Laki – laki kawan, kau laki – laki tidak ada orang yang seberani kau sebelumnya mengajak bicara pada gadis yang disukainya secara terang – terangan” , mungkin hanya itu yang membuat semangatku masih tumbuh disini, semangatku masih menyala setelah diredupkan oleh badai jiwa yang meniup semangat yang semula merupakan unggun besar menjadi seperti lilin yang dipakai untuk mengawal babi ngepet redup – redup cahayanya jika kepergok dukun seperti itu kira – kira perasaaku tidak terperi.
Seiring waktu berlalu lukaku sembuh trauma ku hilang seorang gadis yang namanya mrupakan nama yang paling awal kutilis dalam memoir ini Rafika biasa dipinggol Fika sepupu temanku Ilham tempat curhatku selama ini menjambangi kehidupanku setelah bebarapa minggu dalam keterpurkan nasib dimana sempat mengasingkan diri ke Donggala mendengar musik berirama mellow penuh harap milik boyband yang sedang laku – lakunya waktu itu westlife, gadis itu hadir tanpa kuminta mengobati semua deritaku menjadi kembali ranum seperti buah mangga siap panen. Gadis itu belum pernah kulihat sebelumnya atau sudah pernah juga waktu SD dulu tapi sudah kupaksa dia keluar dari ingatanku karean prioritas anak SD bukan cerita konyaol yang ingin dirangkai oleh anak SMP yang mulai puber bukan tapi prioritas anak SD adalah main, jajan, main, tidur, bergaul dan jajan lagi. Tapi sekarang dia muncul kembali walaupun waktu itu dalam bentuk suara saja atau juga pernah kutemui waktu mengantar Tyas sepupu Ilaham juga ke rumah Adi di Basuki Rahmat yang kini ditempati kakaknya Fika yaitu Vita yang juga telah berkeluarga. Waktu itu saya diberikan tugas oleh Haji Ahmad Djido alias papa Ilham  dan keluarga untuk menjaga rumah agar tidak dibobol maling tidak bergerak dari posisinya, dengan dibekali radio High gain IC2N demoi meperlancar komunikasi, teman disinilah awal interaksi dengan Fika secara tidak sengaja dia memotong pembicaraanku dangan Thomas si konyol dari Bomba di High gain juga, kami asyik ngobrol tapi tidak jelas apa judul dan isinya sampai Fika ikut campur maka Thomas mundur, kami jadi berdua bicara, lama sekali dan menyenangkan karean nyambung sampai sore rasanya waktu begitu cepat. Tapi teman sekali lagi sama sekali tidak pernah kuharap pertemuan kami, sama sekali tidak kubayangkan perkara yang muluk menganai gadis ini bagaimana hubungan radio IC2N itu berlanjut kedunia nyata setelah pembicaraan hanya dibatasi oleh frekwensi dan gelombang udara, karean aku tidak melihat sedikitpun kemungkinan ditambah dengan harapanku masih terlalu besar dengan Itha, tapi memang masa depan merupakan bagian dari kumpulan berbagai macam kemungkinan dan kali ini masa depan yang tidak dapat kuramal itu bisa bertemu dengan Fika yang paling menakjubkan adalah semua diluar sangkaanku gadis itu maaaaaaaaaanis seakkkkkkkalli, satu kata tidak mewakili apapun tentangnya, satu kalimat tiadak cukup untuk menggambarkan kekagumanku padanya, satu paragraph rasanya terlalu sedikit untuk mendeskripsikan bagaimana rasa syukurku bisa bertemu dengannya kali itu dan kali – kali berikutnya, dan satu essay rasa lelah kalau hanya mau ba susupo[1] gadis itu dalam bentuk tulisan panjang dan kupikir tidak terlalu berlebihan lah dengan meletakkan namanya diawala tulisan karena dialah yang membuat waktu lebih menyenangkan ketika coba kunikmati dengan orang lain. Frekwensi pertemuan kami semakin sering tidak banyak yang bisa kami ceritakan tipa bertemu tapi yang semua menyenangkan dan perasaan kami sama, sama – sama saling simpati satu sama lain karena pada waktu Munkar ( si Muna ) yang waktu itu tinggal dirumah Ilham bertanya siapa gerangan yang sudah memikat hatinya kontan dijawabnya dengan telunjuk yang mengarah padaku rasanya begitu nyaman sayang cerita itu tidak berlanjut karena terlalu banyak persoalan hormone yang menyerangku wajah ditumbuhi jerawat batu isisnya nanah, karena tidak percaya diri dengan kedaan hingga tidak ada lagi kesempatan bagi kami untuk bertemu setealah beberapa kali kami bertemu, setelah sekian lama waktu yang dihabiskan hanya untuk saling simpati saja.
Hampir usai masa SMP di sekolah yang sudah meyediakan bangku untukku belajar selama dua tahun dengan segala anomaly yang ada beberapa gadis juga sempat ku ganggu dikelas sebut saja Nur Rahmah gadis manis yang berjilbab mata indah, Rahmawati gadis tomboy yang hobby karate, Lessy gadis bertubuh besar yang kubuat penasaran dengan menunggu ungkanap isi hatiku yang ternyata hanya mengatakan pertumbuhan begitu baik dan kini dia telah dewasa sembari wajah memerah kasihan Lessy kini dia telah meninggalkan dunia ini menuju kehidupan disisi sang pencipta teriring doa buatnya dalam tulisan ini.
Kini masa SMA tiba sekolah ku adalah tempat sekolah yang secara implisit bisa dikatakan adalah sekolah khusus laki – laki karena kejuruannya banyak pekerjaan hanya banyak dilkukakan laki – laki, seperti instalisi listrik, service elektronik, service automotive, Bengkel Las, Bank – unan tahu sendiri kan maka otomatis perempuan yang ada di sekolah ini merupakan perempuan pilihan seperti Xena price of warior, atau juga seperti Margareth Teacher mudah –mudahan nama itu tidak salah ketik maupun salah pili ketik ingin menyebutkan perempuan perkasa, bisa juga seperti mpok nori yang suara melenking seperti suling Soneta. Itu saja tidak banyak perempuan disini hanya beberapa dan perempuan yang boleh dibilang bisa diajak pergi ke acara – acara minimal acara arisan keluarga hanya ada beberapa potong itupun sudah jadi kaplingan anak  - anak senior, dikelasku saja waktu kelas satu hanya ada enam orang gadis begitu naik kelas dua teriliminasi menjadi empat orang dan berakhir dengan finish tiga orang dikelas tiga yang semuanya tidak ada yang bisa dibawa kemana – keaman selain maaf tidak begitu menarik untuk dikencanai kami sudah menganggap mereka semua ini adalah laki – laki tidak beda dengan kami.
Kisah asmara yang kurajut tidak di sekolah tapi di luar sekolah itu waktu kelas dua setelah sekian lama menyembuyikan diri dari dunia romantisme maka keluar lagi setelah mengenal lagi seorang gadis yang juga diluar rencana kembali lagi unsur ketidaksengajaan juga ikut nimbrung dalam urusan ini. Namanya Lizar bungsu dari lima bersaudara, yang semuanya perempuan kakaknya pacar kakak kelasku Ipoel yang kakaknya lagi pacar sepupuku Slamet jadi kami bekumpul jika pergi ngapel hingga pertemuanku dengan Lizar selama satu tahun hubungan kami dihitung perkwartal atau empat bulan sekali minim pertemuan mungkin juga hubungan ini terjadi kerena mencoba saja benarkah saya masih laku atau bagaimana sampai pada ujung kisahnya aku harus mengakhiri kisah dengannya karena merasa lelah dengan hubungan itu ditambah dengan hadirnya seorang gadis berusia 25 tahun lulusan Fakultas hukum universitas negri di kota ini dalam bentuk suara di layana kontak premium yang kemudian kusadari tiap kucoba untuk menyukai seorang gadis kalau memang gadis itu bukan gadis yang pas buatku maka akan dipisahkan secara tidak sengaja atau diperlihatkan aibnya secara tidak sengaja itu saja tidak banyak yang bisa kuceritakan masa SMA karean SMA ini merupakan masa yang paling sibuk menata hidup hinggu hubungan Asmara tidak begitu penting kurasa. Namun perlu dicatat waktu SMA itu saya sangat menyukai seorang artist yang bahasa Indonesianya terputus – putus  pada waktu usiaku masih SD dia sudah menyanyi lagunya Denpasarmoon mungkin lebih mengarah pada obsesi daripada sebuah simpati, karena sudah masuk dalam angan – angan walaupun tidak sampai jadian minimal bisa bertemulah sekali itu saja, karena sejak awal perasaan sinting itu muncul sejak kelas dua SMA itu sudah kukumpulkan berbagai Refensi mengenai Maribeth yang hampir setahun menjadi hantu yang mengganggu stabilitas berpikir megarah pada obsesi aneh – aneh segingga ibuku ketakutan dengan rencana – rencana sintingku demi melancarkan keinginanku demi bertemu dengan idola yang kedengarannya mustahil itu, sempat ibuku berpikir aku memang menderita sawan hendak dibawanya aku ke psikiater, doketer spesialis gangguan jiwa, arsitek, ustad, dukun, pembasmi serangga, tim pemburu hantu yang muncul di Lativi waktu belum diakuisis sama keluarga Bakri hingga kini berubah namanya menjadi TV one, hingga dibuatkan air jampi – jampi penangkal bebal dari peramal togel yang katanya dia ketemu Ilham dari Uwentira padahal Ilham tinggal tidak jauh dari rumah kami yang jaraknya hanya sepanjang tali kutang kolong wewe. Pada akhirnya rasa pada Maribeth perlahan – lahan layu, kemudian gugur dengan waktu bukan karena tidak kuat untuk melaksanakan obsesi tersebut tapi lebih kepada mengingat kekhawatiran orang tua semakin berlebihan dengan segala tindakan preventif yang telah dijelaskan sebelumnya.  karena Maribeth merupakan bagian yang paling seru dimasa SMAku tidak banyak yang perempuan yang dapat memikat hatiku, mungkin karena chemistry saja yang jelas aku bukanlah orang yang begitu selektif ketika memilih pasangan terutama untuk daya tarik fisik tidak begitu masalah denganku masalah standar yah minimal Dian Sastro pada Face, bodynya seperti Agnes Monica, begitulah tidak terlalu berlebihan bukan masih bisa ditawar juga mentok – mentok jatuhnya pada Sandra Dewi, Dessy Ratnasari walaupun janda, Vetty Vera minimal bisa jadi kakak ipar nya Si Alam juga, Ira Swara, maaf yah buat artis cantik yang lain yang namanya tidak ikut disebutkan bukan saya tidak suka sama kalian tapi saya begitu sulit menentukan pilihan untuk nama – nama yang sudah ditulis kecuali Alam karena memang niat saya ikhlas terima dia jadi adik ipar karena hobby kami sama yaitu hobby meniru Michael Jackson, dan ditambah lagi nama – nama yang sudah tertulis diatas melalui proses pergumulan batin dan seleksi ketat setelah bertapa tujuh hari tujuh malam di WC ( pulang balik gara – gara mencret salah makan ), kemudian dilanjutkan dengan ritual sulit menghapal mantra bagong mesem ( soalnya semar lagi ngambeg, trus gareng lagi sedih entah kenapa, petruk juga uring – uringan disebabkan flu yang tak kunjung sembuh susah dia ngelap ingus soalnya idungnya saingan sama pinokio, tinggal bagong saja yang bisa mesem soalnya jatah makan nambah).
Setelah kutinggalkan bangku sekolah ada juga beberapa gadis yang sempat mengincar dan jadi incaranku, waktu dulu masih jadi kuli bangunan yang sama sekali tidak pernah masuk dalam daftar mimpiku yang akan kujadwalkan masuk dalam kenyataan waktu itu beberapa bulan saja sejak kelulusan sekolah hampir enam bulan lamanya aku bekerja ditempat itu ada dua gadis lagi yang meramaikan cerita masa itu yang pertama namanya Juma gadis ini sedikit aggressive sumpah aku tidak tertarik dengan model yang seperti ini, sangat berani, bukan karena tidak menarik secara fisik tapi saya memang tidak tertarik sama sekali dengan gadis itu tidak ada yang bisa kubanggakan ketika harus kuhabiskan waktu dengannya tidak sama sekali, maka sejak awal tidak pernah sedikitpun kuberikan harapan untuknya tanda untuk membalas perasaannya pun tidak apalagi setelah nyata – nyata dia menyampaikan perasaannya padaku bertambahlah keacuhanku pada sama sekalli bukan karena kesal tapi memagn tidak dapat dipaksakan karena memang rasa simpai itu tidak tumbuh seperti kita memaksakan bunga teratai untuk tumbuh diatas tanah berpasir tanpa air, atau juga memaksakan makan ketika sedang mual yang ada muntah. Nah gadis yang kedua ini yang merupakan gadis yang mampu menghentikan waktu ketika dia ada, gadis yang sempat mengubah cara pandangku tehadap Handphone yang sebelumnya kuanggap sebagai benda elite lambang borjuisme, yang karean dialah aku terobsesi untuk memiliki hape sekaligus nomernya hanya nomernya saja yang akan kusimpan dalam list contact ku walaupun masih tersisa seratus Sembilan puluh Sembilan orang yang bisa diisi untuk meramaikan nya tapi hanya nomernya saja yang akan kuisi dimana angan – anganku berlari jauh setiap saat aku akan menelpon jika rindu dan SMS walaupun hanya sekedar menanyakan berapa tarikan napas yang kau ambil samapai sms yang kau kirim ini sampai pada. Eva namanya yang hanya dua kali bisa kulihat rupanya setelah itu tidak lagi tidak sampai saat ini karena memang gadis itu hanya sekedar numpang lewat saja didalam hariku.
Setahun setelah kejadian itu tepatnya pada saat aku mencoba meretas karier bersama Angkatan Perang Indonesia matra laut ( TNI AL ) bersama dua orang kawan yang secara tidak sengaja beretemu, dari kami yang tiga orang itu hanya saya dan Andi ( teman waktu SMP dulu ) yang terus mengadu nasib yang kemudian ikut gugur setelah kami mengalami derita disuntik diantara pangkal paha dibawah sendi lutut demi menghilangkan urat timbul yang seperti stiker scout light kalau malam bisa memantulkan cahaya yang nama ilmiahnya varieses dengan jumlah suntikan sebanyak belasan kali dibagian kiri dan kanan sehingga sehingga selama seminggu lamanya kaki ini urung diluruskan. Devy nama gadis itu dia waktu itu berstatus Mahasiswi Akper yang ada di kawatuna sana, pertemuan kami secara tidak sengaja dan tidak pula kurencanakan karena Bobby yaitu teman yang sama – sama mendaftar di AL itu mengajakku hanya untuk menemui gadis nya tidak lebih rupanya gadisnya membawa temannya anak dari desa Sibayu yang beranam Devy itu, gadis itu sedikit aggressive namun membuat aku sedikit ragu walaupun secara jujur harus kuakui kau tertarik dengannya namun perkenalan yang begitu singkat itu kurasa tidak cukup untuk saling mengenalli diri masing – masing untuk menjalin hubungan itu saja kami bertemu sebanyak dua kali gadis itu begitu manja denganku tapi aku begitu dingin menanggapinya karena alasan tadi dia masih begitu asing, belum kukenal sama sekali, boleh dikatakan belum banyak cerita kami yang bisa disambung, belum ada tawa dengan lelucon yang walaupun itu garing belum ada juga cerita yang bisa membuat kami bisa merangkai satu kisah utuh belum ada itu saja yang mebuatku bukan tidak bersedia tapi belum bersedia untuk menjalin hubungan serius dengannya ditambah lagi hubungan emosional dengannya akan mengganggu proses seleksiku di Angkatan Laut. Hingga suatu malam yang amat dingin dan sunyi kuputuskan untuk meminta tolong saja pada yang punya hidup agar menyelesaikan permasalahan permepuan ini, ku katakana pada Nya “ Oh, ya Allah begitu berat godaan perempuan ini, Kabil pun tak sanggup menanggungnya hingga harus membunuh adik Habil, maka Ya Allah jauhkan lah saya dari gadis itu jika itu baik bagiku dan seandainya baik pertemukan lagi saya dengannya sekali lagi “ ajaib memang dan doa itu bisa membelah laut, gunung, mebelah hati yang sudah membatu, ajaib memang karena setelah peristiwa pertemuan kami yang terakhir tidak ada lagi pertemuan selanjutnya yang bertanda sang pemilik semesta menjawab dengan kejadian yang harus kujalani.
Lama rasaya waktu lima tahun kujalani setelah sendiri, setelah aku berpisah dari Lizar yang sudah membagi waktunya sebanyak empat Catur Wulan denganku, waktu itu pergi kekampung ibu mengisi liburan untuk melepas penatnya aktivitas perkuliahan tidak kusadari ada seorang gadis yang sudah sejak empat tahun lalu memperhatikanku diam – diam dia mengirimkan salam padaku melalui sepupuku tapi aku harus pulang tapi kembali lagi karena memang tidak jadi pulang karean teman yang di Toli – toil tidak bersedia untuk pulang menjengkelkan kembali lagi kekampung kembali lagi merajut tali kasih tapi hanya bertahan satu minggu karena membosankan tidak seperti yang ada di tipi ( baca : tivi ) akhirnya kuselesaikan saja hubungan yang kurang berkualitas dengan gadis yang bernama Mitha itu bukan karena dia tidak menarik, bukan juga karena aku tidak suka lagi, tapi masalahnya hanya ada pada komunikasi terlalu jauh rasanya cintaku akan kandas dijalan dan ongkos yang besar malas, apalagi waktuku tidak cukup untuk kubagi dengannya masih banyak kesibukan lain yang harus kuurus.
Kemudian aku pergi melang –lang buana kearah barat Indonesia masuk ke Makassar ada sih gadis yang sempat jadi pujaan hati sementara tidak lama karena hati berkata juga akan lebih parah daripada yang kutinggal dikampung sana jika dipaksa, di pulau jawa ada satu orang yang sempat mencuri perhatian tapi juga terlalu besar resiko dengan gadis itu karena laut yang harus diseberangi meminta tumbal uang dari PT pelni agar bisa sampai dipulau jawa, ada juga yang disumantra disini justru lebih banyak ada dua malah tapi ini betul – betul jauh dari Sulawesi satu laut dan satu selat menunggu menganga dihapdan mata ketika nekat, maka semua berakhir dengan kepulangan tanpa ada satupun yang kujadikan walaupun sekedar peramai hari saja.
Dua tahun berlalu akhir tahun itu saya bertemu dengan orang yang begitu lama memperhatikanku teman adikku yang punya kisah sendiri yang dan lebih panjang dengan nama pelaku, peristiwa yand sedikit didramatis dan disamarkan dengan judul memoir 15 (Baca:memoar), yang bernama Mirna Dewi itu dengan alasan bersedia kuhabiskan sisa waktuku dengannya karena keinginan orang tuaku walaupun aku juga menyukai gadis itu tapi pergumulan batin terus berlangsung karena tidak mudah untuk memutuskan memulai hubungan dengan orang yang sama sekali belum dikenali itu, karena bicarapun kami tidak pernah. Pada akhirnya memang kisah kami berakhir dengan cara yang tidak popular karena memang tidak baik unutuk memaksakan hubungan yang memang harus dijalani oleh dua orang sementara satu dari dua pihak yang seharusnya berkoalasi pecah kongsi karane persolana masa lalunya. Dan kenangan itu sampai saat ini menjadi satu trauma besar yang membuat susah buang air besar ketika teringat, malas mandi, sempat membuat diri ini menjadi hilang kendali walaupun tidak sampai rawat jalan ke rumah sakit jiwa apalagi sampai opname.
Dan kini saat ini ada sih gadis tapi apa ini benar ? atau hanya batas kekaguman saja karena muncul lagi satu gadis yang berasal dari masa laluku yang ada disumatra sana secara  tiba –tiba diluar kendaliku kuhubungi padahal setelah kepulanganku dari sana tidak ada kontak sedikitpun dengannya kecuali sampai waktu facebook booming, dan pada masa awal kami berjejaring di situs itu tidak juga ada pembicaraan serius yang melibatkan banyak emosi sampai saat ini juga tidak kecuali beberapa hal yang membuat kami sama – sama saling bertanya – tanya nyata  -kah ? jalan takdir kami akan dibawa kemana? Satu lagi gadis lain yang kubicarakan kuanggap istimemawa karena kehadirannya membuat semua perasaan yang dulu sempat layu bisa kembali subur, bisa membuktikan kembali bahwa aku ini lelaki normal tidak dingin masih straight yang mungkin saja redup karena trauma hingga malas saja untuk kisah – kisah roman picisan.

Untuk Cinta …..
Yang sampai kini berusah didefinisikan dari berbagai disiplin Ilmu
Untuk Cinta ….
Yang sampai saat ini tetap menjadi tanda tanya besar untukku
Untuk Cinta…..
Yang Entah Apa itu
Untuk Kalian semua yang kusebut namanya atas nama Cinta
Untuk kalian semua yang telah meramaikan hariku
Untuk kalian semua yang menjadi bagian dari kisahku
Untuk kalian semua yang bahagia, sedih, marah, segala luapan emosi yang kalian tumpahkan denganku
Untuk kalian semua…..
Untukku
Kalian semua yang telah mengisi masa laluku dan menjadi cerita hari ini dan menjadi kisah utuk haris esok….


Minggu, 27 Maret 2011

Om Imran


Kali ini akan kuceritakan seorang yang memiliki bakat melucu dari lahir secara alamiah satu dari anggota keluarga dari clan Borot siomang saudara tua dari ibuku tepatnya dia memang lahir sebelum ibuku, setelah kakaknya yang kalau marah seperti radio storing kalau merajuk bisa gawat darurat bikin mobil ambulans, pemadam trantib, bisa mengantri karena dia uring –uringan seharian nomer emapat dari papa tua Mauk sang mantan PNS dari walikota yang katanya anak emas dari pak Azis dan urutan ketiga dari si nenek darah yang kalau mulai marah tensinya bisa menembus angka yang menakjubkan seperti kalau dianlogikan seperti jatuhnya mata uang dollar Zimbabwe kalau dibelanjakan sepuluh juta hanya bisa beli 2 kg gula pasir, satu bungkus kopi, dan dua porong roti, yah hanya cukup untuk mengganjal perut orang Indonesia setengah hari. Itu dia sedkilas tentang keluarga dari pihak ibuku yang semuanya adalah bentuk lelucon hidup yang pernah tidak habis bila diceritakan dalam satu babak pertandingan sepak bola. Nama Om ku  Imran setiap perkataan nya pasti disisipi dengan sebuah kata sakti “ terpuruk”, sepanjang perkataannya dari sepuluh sebelas bisa membuat kita tertawa menganga karena rasa dari spontanitas humornya tidak bibuat – buat walaupun dari semua ceritanya merupakan karangan bebas sebebas terjun dari pesawat tanpa parasut, asyik untuk tetap didengarkan karena ceritanya dapat menghibur, menghidupkan suasana, ada pesan – pesan moral yang tidak disadarinya dari kisah humor yang diceritakan karena suatu kali seorang kawan pernah berkata “ kebijaksanaan tidak hanya kita dapatkan dari seorang pertapa, tapi dibalik lelucon ada petuah bijak yang bisa kita dapatkan”. Om ku ini tinggal di Sebuah desa yang jauh dari kota Palu desa kaliburu mungkin tidak masuk dalam peta atau tidak dimasukkan sama sekali dalam pelajaran geografi selama sekolah karena jalan satu – satunya mengetahu kampung ini dengan mengenal Om Imran yang sering disapa dengan Om Ateng karena memang perawakan beliau sedikit lebih pendek maklumlah factor turunan dari pihak ayahnya yang semuanya semampai alias semester tak sampai, ditambah lagi dengan rambut gondrongnya tidak lupa dengan brewok yang menghiasi wajah melengkapi kesan sangar yang ditampilkannya tapi jangan salah dibalik penampilan yang menipu itu tersembunyi seorang yang hatinya begitu manis pada keluarga dan setia pada derita yang selama ini menemaninya dengan sedikit keluhan itulah dia seorang yang tabah dengan hidupnya diisinya setiap kesulitan digantinya dengan lelucon yang membuat orang lain ikut terpingkal – pingkal menahan tawa karena cerita sedihnya berubah menjadi konyol karena dibungkus dengan keceriaan yang tidak dibuat –buat kalau kita melihat tempatnya tinggal dikampung niscaya air mata kan meleleh merasakan betapa pilu hidup yang harus dijalani namun tetap bisa berada dalam tawa dan canda bersama kelurga yang begitu dicintainya mungkin inilah yang membuat beliau bisa bertahan.
Beliau seorang ayah dari tiga orang anak, sebenarnya empat karena satu meninggal satu minggu setelah kelahirannya putra bungsunya yang belum sempat memiliki nama, yang ketiga adalah Irna anak yang paling dimanjakan sedunia tidak pernah merasakan bagaimana sulitnya kerja, bagaimana mengucurkan keringat walau hanya untuk datang kedapur mengebulkan asap dari belanga air untuk bisa diminum tidak, yang kedua adalah Aning kolorong belle yang kini sudah menjadi ibu – ibu awalnya meretas cita dipalu tinggal dengan kami tapi dia menutup cerita sekolah dengan menikah dan memilih menjadi seorang ibu dengan pengalaman minim dan berbekal  naluri keibuan saja plus nekad kini telah mempunyai anak yang otomatis merupakan cucu dari Omku namanya Aulia, dan tiba pada anak yang sulung yaitu satu – satu nya anak lelaki yang tersisa dengan perbendaharaan kata yang minim, keahlian yang minim, kemampuan diplomasi yang seadanya, sifat grasa –grusu, licik, kleptomania, dan keluguan khas anak kampung itulah Admiral persis seperti tanda pangkat di Angkatan Laut Negara barat waktu kecil diberi gelar si Tuongo[1], tete Ato[2], karena ayah memang suka member nama baru untuk orang – orang kampung orang yang baru ditemuinya sesuka hati seperti iparnya yang diganti namanya menjadi Polytron, papa Yati yang nama aslinya Jamantaka menjadi Jenggota Naga, dan masih banyak orang yang sudah diaqiqah dengan nama terbaik pilihan orang tuanya tidak lolos dari kreatifitas otak kirinya untuk segera membaptis dengan nama baru yang menrutnya memudahkan untuk diingat.
Pernah suatu ketika Omku bercerita tentang Bora nama Sebenarnya Ibrahim saya rasa omku tidak bertanggung jawab dengan perubahan namanya maaf saya lupa karena memang kebiasaan orang Boul merubah nama orang tapi tidak sekreatif omkku dengan mengganti nama orang dengan sebutan keren yang sarkastis, nah kembali ke Bora waktu itu dia berniat membetulkan kabel yang serabutan terpajang didinding maka inisitif konyolnya membuahkan kecelakaan hingga aliran listrik mengalir kesekujur tubuhnya kontan karena waktu kejadian tersebut terjadi PLN palu masih menggunakan tegangan standar 110 yang jika manusia tersetrum akan melenket seperti lalat yang terkena kertas lem di                    warung – warung kopi maklum lagi pada waktu itu belum banyak orang yang bisa menyaksikan kejadian manusia tersetrum oleh listrik, maka semua takjub dengan kejadian tersebut tidak terpikir untuk menyelamatkan bora dari sengatan listrik yang ada ialah bora terlepas ketika pembatas turun karena tegangan rumah menjadi tidak stabil ditambah dengan setelah mengeluarkan cairan amis dari celana padahal waktu tidak ada pemeriksaan urine dari dinas kesehatan apaligi waktu itu belum ada laboratorium kesehatan sekelas prodia, sedikit ampas sisa pembuanngan makan juga ikut keluar katanya omku mungkin ini hanya tambahan karena tidak lucu dan dramatis kalau hanya kencing saja yang keluar tanpa diikuti daengan kotorannya kasihan Bora.
Yang lupa kuceritakan adalah satu lagi anggota keluarga omku di Kaliburu Istrinya yang beranama Asnah tante ku ini belum begitu tua tapi sudah cukup usianya untuk menjadi ina - ina[3] untuk skedar berjaualan kacang dan pisang waktu malam hari dipinggir karona[4] kaliburu ditemini lampu teplok dari kaleng susu sebagai penerang itu saja, pernah suatu kali tanteku ini berniat untuk memperbaiki telinganya yang terlanjur sobek keterusan hingga tidak ada lagi tempat untuk menggantung giwang, maka dibawanyalah ke Palu pergi ketempat praktek nya om Jaho seorang mantri kesehatan langgananku jika diserang meriang karena malaria, satu minggu lamanya proses permak itu tapi tanteku belum dibolehkan pulang sudah beberapa kali omku pulang pergi dari rumah kembali lagi kekampung tapi belum proses permak belum juga usai hingga rasa muaknya mucul dengan mengatakan “ ini sudah yang bikin kita ‘terpuruk’ ini semua yang tidak perlu dibikin sudah ina – ina masih mau ba’ gaul[5] ini semua yang bikin susah, ini sudah awas memang saya tidak mau lagi datang kepalu biar tumor sudah saya duduki sambil merajuk dia berlalu pulang kekampung” tapi apa yang terjadi keesokan harinya dia muncul lagi seperti telah melupakan perkataan nya kemarin tidak ada rasa berdosa sedikitpun karena telah bersumpah sembarangan itu memang salah seratus dari sekian banyak hobbynya bersumpah serapah tanpa mau tau apa esok hari dia akan melanggar sumpah nya atau tidak tapi, suka mengkritik tapi tidak melihat kritikannya sebenarnya merupakan sifat – sifat buruk nya itulah omku dengan segala kekurangan dan kelebihannya dia adalah idolaku dalam menyikapi kehidupan seperti musisi regae yang mengalir alami tinggal menikmati apa yang diberi dan mensyukuri semua nikmat yang diberi dialah salah satu dari sekian banyak sumber inspirasi untuk memotivasi hidup dalam mencapai cita dan cinta.
Terima kasih telah membesarkanku ditengah keluarga Anomali ini
Semakin lengkap dengan kehadiran pamanku yang Eksentrik
Semakin baik dengan petuah – petuah konyolnya yang disampaikannya tanpa sadarnya.
Terima kasih.


[1] Bodoh entah bahasa darimana itu yang jelas tuongo untuk menggambarkan kebodohan seseorang
[2]Singkatan dari Tete = Kakek, Ato = Soeharto yang merukana idola berat untuk omku yang mengagungkan pak jenderal lebih dari orang tuanya.
[3] Ibu – ibu yang sudah cukup berumur panggilan sayang untuk wanita tua pada bahasa kaili
[4] Sungai Kecil
[5] Jadi Gaul Seperti Fitri Tropika artis yang paling lebay didunia