Selasa, 29 Maret 2011

Tidak Takut


Kalaupun aku mati, itu tidak berpengaruh. Aku akan bersatu dengan sesuatu kesadaran absolute. Bukankah Ledakan Besar yang mengawali alam semesta ini juga merupakan sebab fisik ? mungkin sebabnya adalah akibat itu sendiri.
Berarti aku memang harus menghilangkan diriku sendiri. Aku harus menyatu dengan sumber semua ini. Aku harus menyatu dengan inti. Aku harus menyatu dengan keseluruhan.
Aku tidak meninggalkan mereka. Aku tetap ada meski aku tiada disamping mereka. Aku akan mengalir bersama nafas yang setiap detik mereka hirup.
Dulu ketika aku berada dalam rahim ibu, aku begitu nyaman dan bahagia. Semuanya terasa indah tanpa persoalan sedikitpun. Ketika itu tidak ada yang bisa membedakan mana aku dan mana ibuku. Aku adalah ibu dan ibu adalah aku. Tapi kemudian aku diantarkan keluar, ke dunia ini. Aku telah dipisahkan oleh jasadku yang tak pernah kuminta kehadirannya. Dan sekarang aku akan kembali keruang yang mirip dengan rahim ibuku. Aku ingin bersatu dengan dengan metafisik. Nyawaku akan terus mengada bersama seluruh Ada, yang kelak akan melahap jasadku.
Bagaimana aku ini ? kalau aku hidup, berarti alasan kematianku lemah. Kalau aku mati berarti argument hidupku lemah.padahal keduanya tidak demikian. Semakin tajam pertanyaannya semakin absurd pula paradoks yang diberikan oleh alam.
Ya kalau aku mau tahu, berarti aku harus berpihak ! aku harus berpihak pada irasionalitas itu sendiri. Aku harus ikut mengepung rasionalitas yang paling radikal sekalipun. Aku tidak mau lagi kesadaranku dibatasi oleh kehendakku sendiri.


Batu, tanah, manusia, air, udara, jiwa, api, matahari, planet, cinta, nyamuk, dan semua yang ada adalah bersaudara. Kita semua berada dalam satu jaring kehidupan yang berdasarkan atas hukum kesadaran Irasionalitas absolute. Semua bentuk memiliki kesadaran dan rasionalitasnya masing – masing, yang menjadikan ia telah sempurna menjadi bagannya. Tapi dengan adanya kehendak, dimana manusia mustahil tidak mengunakannya, kesadaran absolute itu terpasung.
Sesungguhnya, rasionalitas makhluk adalah keping – keeping Irasionalitas yang juga menyublim dalam dirinya sendiri. Irasionalitas adalah Maha Kuasa. Dan dengan ini aku memutuskan untuk berpihak total kepada Irasionalitas. Aku bergabung dengan keseluruhan. Aku akan menjadi super Kognitar. Aku tidak akan hilang. Aku hanya menyebar. Sebab apapun yang kau pikirkan, aku berada disana. Nafasku akan terus mengelilingi semesta.
Mama juga papa. Terima Kasih telah melahirkanku ketempat ini. Sekarang aku telah kembali kedalam rahimmu yang suci, meski  kau tak menyadarinya. Sama seperti ketika  kau belum menyadari dalam minggu pertama bahwa aku telah ada dalam diri Mu. Tapi di duniaku sekarang, dimensi dan waktunya berbeda jauh, hingga semuanya tampak sama.       ( Sabda dari Persemyaman). T.M Dhani Iqbal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar